Jumat, 10 Mei 2013

Kesakitan berbanding terbalik dengan Kenikmatan


Segelintir cerita dan kisah pada kehidupan peperangan di Indonesia, membuka tabir kembali. Peperangan yang terjadi di Indonesia cukup lama terjadi, bagaimana peperangan terjadi ? peperangan yang diartikan dengan mengangkat senjata dan bertarung dengan perang ? sebenarnya dalam arti fisik memang betul. Lari dari pembahasan peperangan sejenak, kita maju ke zaman modern (sekarang), apakah mereka pernah mengenang itu semua ? hanya segelintir orang mungkin yang mengenang itu dan memahami arti peperangan yang dilakukan untuk berjuang.
Nah, Seketika saya mendengar cerita teman saya yang mengatakan pertanyaan yang membuat saya bingung dan mengapa mereka bertanya seperti itu kepada mereka ? apakah mereka tidak menghargai atau ada makna lain yang terkandung didalam kata kata mereka.
Begini lah ceritanya , Suatu ketika teman saya diberi tugas untuk pergi ke suatu Kantor Angkatan Darat untuk mengerjakan sekaligus menyelesaikan tugas yang diberikan dosen kami.
Tanpa disadari timbul pertanyaan yang membuat mereka tertunduk bahkan kami juga ikut tertunduk karena pernyataan mereka tadi,
sebuah pertanyaan timbul kepada kami sebagai seorang Mahasiswa yang berada pada jurusan Sejarah, mereka berkata " Apakah Kalian Rasa Benda Ini Berguna " ? mereka menjawab " Iya sudah pasti berguna karena ini merupakan peninggalan, tetapi mereka menjawab kalau bagusnya ini dibuang, wahhhhh . Sejenak mereka tertegun , mengapa harus dibuang ? padahal kan ini benda itulah bukti nyata perjuangan mereka ?. Saya bertanya tanya mengapa harus dibuang ? dan akhirnya saya mendapat kesimpulan arti buang yang mereka katakan itu menyimpan sejuta rasa sedih yang mendalam, COBA kita lihat kembali para pejuang dahulu dikehidupan sekarang ini, apakah mereka? diurus dan diperhatikan? saya menjawab tidak. dahulu tanpa mereka mungkin kita hanya seorang budak yang berkepanjangan,.
Kesimpulan yang saya dapat bahwa benda peninggalan peperangan dahulu membuat mereka sakit, sakit bukan dalam arti tidak sehat, tapi sakittt yang mendalam,. Mengapa saya mengatakan seperti itu, ibarat sebuah pisau yang kau tikam kan ke orang tua mu ? apakah pisau nya akan kau buang atau akan kau simpan ? jawabannya ada pada dirimu. Tapi jawaban yang membuat saya gusar adalah mereka menjawab ''sebaiknya benda itu dibuang". Benar apa kata mereka sebaiknya benda itu dibuang, tapi mengapa ? kembali ke sesi pahlawan . seorang pahlawan itu adalah seorang yang berperang langsung dalam peperangan, setelah merdeka mereka tersenyum, tetapi senyuman mereka jadi nista ketika ketidakpedulian kita terhadap perjuangan mereka,. Seorang yang berjiwa besar seperti merekalah yang mengantarkan kita seperti sekarang ini, intinya Cintailah Sejarah dan bukan kepada pemuka besarnya saja tetapi kepada orang yang lebih dominan dalam perjuangan, yaitu para pejuang yang mengangkat senjata berperang demi satu nama , yaitu INDONESIA



Kehidupan nyata dan aktivitas yang kita lakukan itu tanpa kita sadari berkaitan dengan sistem sistem Tata Kenegaraan, Misalnya , :
Sebuah pemikiran sederhana terkadang dianggap biasa saja, pemikiran sederhana terkadang bisa membuat sebuah hasil yang lebih nyata daripada sebuah pemikiran yang hanya menyimpulkan rencana dan sebuah metode besar tanpa adanya kerja nyata yang diterapkan.
simple saja konsep disini, misalnya disaat kita berpikir untuk melakukan aktivitas bergerak dari tempat rendah ke tempat yang lebih tinggi misalnya untuk menaiki sebuah tangga, mungkin ini sangat lazim dilakukan, tapi lihatlah mengapa ada pergerakan yang dilakukan? dikarenakan individual diri kita yang ber kontraksi , sangat mudah diterapkan dan tidak menyangkut dengan orang lain, sehingga cara yang dilakukan untuk menaiki tangga tersebut tidak mengalami gangguan dari eksternal dan tanpa melibatkan orang lain, pasti nya konsep dari pemikiran terjadi dan benar-benar nyata dilakukan. Mungkin anda bertanya sekali dalam hal ini,mengapa mengambil konsep keseharian yang mudah dan sering dilakukan ini berhubungan dengan tata kenegaraan?? cobalah bandingkan dengan konsep pergerakan dari pemikiran untuk perubahan Negara, jelas berbeda sekali. Dimana berbicara tentang kehidupan sehari hari dan pemerintahan, jelas tidak masuk diakal. Tapi perlu disadari Negara terbentuk dari masyarakat yang ruang lingkup nya sudah memiliki kriteria suatu Negara dan tidak individual terjadi seperti halnya konsep keseharian yang dicontohkan tadi, Negara tertata rapi dari yang paling tinggi hingga ke yang paling rendah,. Pemikiran yang hanya berumpun didalam komunitas kecil tanpa adanya sebuah benteng tinggi yang berdiri dibelakang kita mustahil untuk melakukan sebuah aktivitas konsep perubahan dengan mudah penerapannya seperti contoh keseharian tadi,. Jangan bandingkan tapi ambillah intisari bahwa tiadalah gunanya untuk mengubrak abrik sistem yang sudah berjalan dengan pemikiran yang relevan dan logis dicerna serta cerdas jika berdiri sendiri, sudah pasti tidak akan mendapatkan hasil apa-apa, Simpulkan lah bagaimana kita menaiki tangga , begitu jugalah sistem yang sudah tertata, tidak mungkin seorang yang di tangga paling bawah akan langsung naik ke tangga paling atas tanpa adanya sebuah pergerakan dan penerapan yang dilakukan. Intinya pemikiran besar yang bersifat mensejahterakan sekalipun tidak akan dianggap tanpa berdiri hingga terlihat dari tangga yang paling tinggi..
Pemikiran besar seorang yang masih berada di anak tangga paling bawah "akan jadi angin berlalu dan secarik kertas yang dilemparkan ke tong sampah", Jika konsep tata negara yang sudah diterapkan dari yang paling rendah hingga ke yang paling tinggi. "Maka lakukanlah cara tersebut,capailah hingga tangga terlihat oleh orang-orang yang berada di anak tangga paling tinggi dan lakukanlah pergerakan secara membaur menyeluruh" sehingga konsep besar pemikiran akan diterima, jangan terus melihat sebuah perkembangan tapi buatlah sebuah pemikiran. Hubungan keseharian dengan ketata Negaraan memang berbeda jauh dan simpang,tetapi cara yang diterapkan akan selalu sama maka terapkan lah hal itu bukan dengan omongan yang tercetus dari mulut, diamlah dan lakukanlah penerapan nya, mungkin dengan cara itu perubahan lah yang akan terciptakan



Baru memulai sebuah Opini ,Jika terdapat kesalahan dan ada kesilapan penulisan sehingga anda tersinggung, maka maafkanlah saya.